Film 8 Hari Menaklukkan Cowo (8HMC) merupakan film dengan genre drama romantis berbalut komedi yang disutradarai oleh Boy Rano. 8HMC berkisah tentang persahabatan antara 3 cewek dan 1 cowok yaitu Reta, Firza, Lala dan Dirly.
Persahabatan mereka terlihat unik yaitu dilihat dari karakter mereka masing-masing yang berbeda. Firza dengan gaya glamour yang hobi dandan, Lala dengan karakter cewek terpelajar dengan kacamata besar dan sedikit lola (loading lama), Reta dengan gaya seorang yang sederhana jarang dandan dan wajah yang biasa, serta Dirly cowok satu-satunya yang menyatukan persahabatan mereka berempat.
Persahabatan mereka terasa merenggang saat kehadiran siswa baru yang bernama Gilang. Gilang menjadi sebuah barang taruhan antara Firza dan Reta. Firza dengan gaya yang modis dan cantik menawan membuat semua cowok di sekolah tersebut jatuh hati.
Namun, untuk Gilang, belum tentu.
Sedangkan Reta dengan adanya tantangan dari Firza membuat Reta mulai untuk menata wajah dan aura wajah mulai terpancar. Reta disokong oleh Lala dan Dirly agar tampil semenawan Firza.
Sedangkan Reta dengan adanya tantangan dari Firza membuat Reta mulai untuk menata wajah dan aura wajah mulai terpancar. Reta disokong oleh Lala dan Dirly agar tampil semenawan Firza.
Walhasil, dalam rangkaian hari demi hari mulai hari ke-1 hingga hari ke-8 akhirnya Gilang tunduk dan bersedia menjadi kekasih Reta. Selama Reta bersama Gilang, Firza merasa iri hati dan tidak terima akan kekalahannya. Bukan saja Firza, Dirly juga merasa persahabatan mereka semakin merenggang terlebih rasa hatinya hancur kala Reta jadian dengan Gilang.
Keretakan persahabatan terjadi, Mereka berempat pun berusaha untuk menyatukan kembali rasa persahabatan mereka yang hancur. Disamping itu, Gilang memiliki masa kelam dengan pacarnya yang terus menghantuinya dan mulai untuk memecah jalinan asmara Reta dan Gilang.
Film yang berdurasi 90 menit ini bisa dikatakan film bioskop dengan adegan FTV. Hanya saja bedanya pada scene dimana dipisah pembagian hari demi hari hingga hari valentine. Bukan saja beradegan FTV namun film ini jika penonton jeli, maka ending dari film sudah bisa terbaca pada menit 5-15 di awal film.
Selain itu, scene yang terlupakan yaitu pada adegan penghapusan lipstik di wajah yang tiba-tiba hilang, adegan terkena hujan namun tidak basah hingga pada adegan perubahan karakter di ending film.
Film dengan batasan usia remaja ini memang cocok untuk ditonton oleh remaja untuk memahami arti persahabatan tanpa taruhan, bukan saja itu namun film
ini sangat kuat dengan karakter tokoh masing-masing.
Semua rasa tentang ke-ABG-an dalam film ini bisa dikatakan klop dan menyatu kisah yang dihadirkan.

Comments
Post a Comment